BAB III MENGEVALUASI VIRTUAL PRIVATE SERVER
MENGEVALUASI VIRTUAL PRIVATE SERVER
Virtual Private Server atau VPS adalah teknologi server virtualisasi yang membangi satu server fisik menjadi beberapa bagian virtual server yang digunakan oleh satu user saja. Pada virtual server ini pemilik bebas secara penuh untuk melakukan konfigurasi, seting dan menggunakan resource yang ada seperti install operating system, software, plug in dll. Virtual Private Server, yang dikenal juga dengan nama Virtual Machines ini adalah suatu server yang bisa di Install sendiri dan bisa digunakan layaknya Dedicated server.
B. Fungsi VPS (Virtual Private Server)
VPS Memiliki berbagai macam fungsi dan kegunaan, diantara nya:
C. Penyewaan VPS dan faktor-faktor pemilihan VPS di Indonesia
1. Penyewaan Virtual Private Server (VPS)
VPS dapat dibagi menjadi beberapa Virtual Mechine, dimana setiap VM berupa "virtual server" yang dapat diinstall sistem operasi tersendiri sehingga VPS terasa seperti sebuah dedicated server. Selain itu VPS mendapatkan root akses sehingga lebih leluasa dalam mengkustomasi server sesuai kebutuhan Anda. Penyewaan VPS terdiri dari 2 kategori yaitu, VPS Managed dan VPS Unmanaged.
a. VPS Managed yaitu Server kosong atau hanya berisi IP, root dan password.
b. VPS Unmanaged yaitu Sudah terinstall OS Linux atau Windows atau yang sesuai dengan hosting.
Dalam membuat atau membangun sebuah website atau blog sangat disarankan untuk menyewa VPS, karena VPS sangat membantu kinerja dalam mengelola website, bahkan memiliki kesanggupan lebih dari satu website. Bagi para web developer yang memiliki banyak domain tentu sangat membutuhkan kustomisasi untuk berbagai macam aplikasi yang digunakan. VPS (Virtual Private Server) bisa menjadi referensi bagi siapa saja yang ingin membangun domain-domain tersebut. Komponen-komponen yang dibutuhkan dalam konfigurasi VPS adalah sebagai berikut:
a. Portal / Website dengan tingkat kunjungan tinggi
b Penyedia layanan web hosting
c Corporate dan pemerintah
d Web developer dan pengembang aplikasi
e TV/Radio untuk audio video streaming
f Aplikasi khusus seperti Map Server, VOIP, OpenERP, Game server.
2. Faktor-Faktor yang Perlu Diperhatikan Dalam Memilih VPS di Indonesia
Hosting server Indonesia berupa komputer server yang digunakan untuk menyimpan data, umumnya untuk webpage yang terletak di Indonesia sehingga sering disebut Indonesia Internet Exchange (IIX). Beberapa komponen-komponen pada VPS yang sangat penting dalam menentukan keberlangsungan hidup startup/perusahaan sebagai berikut:
a. HDD (Hard Disk Drive)
Saat memilih VPS, harus perlu mempertimbangkan jenis HDD apa yang akan digunakan. HDD secara material identik dengan piringan metal yang memiliki lapisan magnet. Lapisan itu yang digunakan untuk menyimpan data. Sebuah head read/write bisa mengakses data yang tersimpan ketika piringannya berputar. Ada 3 tipe utama dari HDD yang tersedia ketika memilih VPS, yaitu:
2) SAS (Serial Attached SCSI)
SAS memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibanding SATA, hard drive perusahaan dapat beroprasi lebih cepat dengan kinerja baca/tulis yang lebih tinggi kapasitas apabila penyimpanannya lebih rendah.
3) SSD (Solid State Drive)
SSD menawarkan kemajuan besar melalui disk mekanik dalam hal kinerja yang sangat dapat diandalkan. Dapat dikatakan bahsa SSD identik dengan teknologi penyimpanan data masa depan.
b. Operating System (OS)
Prosedur dalam memilih sistem operasi dan VPS secara umum akan tersedia dalam waktu maksimal 2 menit dengan berbagai pilihan sistem operasi yang ditawarkan antara lain, CentOs, CloudLinux, Debian, Ubuntu, Fedora, Gentoo, Red Hat Enterprise Linux, FreeBSD, dan OpenSUSE.
c. Backup
Backup tidak hanya terkait keamanan dalam hal memulihkan data kalau terjadi masalah pada hardware server, tetapi juga penting jika data tidak sengaja terhapus.
d. Lokasi
Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik pasal 17, setiap website yang menyimpan data-data keuangan dan digunakan untuk pelayanan publik. wajib menggunakan datacenter Indonesia. Oleh sebab itu saat memilih VPS adalah pemilihan lokasi VPS untuk membuat website utama maupun untuk backup memilih lokasi yang terdekat dengan pelanggan website.
D. Konfigurasi VPS (Virtual Private Server)
Pada dasarnya VPS (Virtual Private Server) hampir sama dengan web hosting. Perbedaannya dengan web hosting dengan VPS :
VPS memiliki kebebasan menentukan sistem operasi yang akan digunakan dan dapat memilih aplikasi/softwore apa saja yang akan diinstal pada VPS tersebut.
Web hosting hanyalah sebuah layanan yang menyewakan space untuk aplikasi berbasis web dengan akses dan resources yang terbatas.
Penguna harus sedikit paham tentang dasar-dasar Linux untuk mengatur agar dapat menggunakan VPS untuk keperluan web hosting.
1. Sofware yang Harus Diinstal
Guna memenuhi kebutuhan hosting sebuah server, harus terinstal beberapa piranti lunak (software) yang sering distilahkan sebagai LAMP (kependekan dari Linux, Apache, MySQL, PHP). Piranti lunak (sofware) yang diperlukan adalah sebagai berikut :
a. Apache
Apache merupakan sebuah web server yang nantinya bertanggung jawab dalam menangani request-response http. Agar file HTML dan folder dapat dibuka melalui komputer lain (internet) menggunakan web browser. Perintah yang digunakan untuk instalasi Apache2 adalah sebagai berikut:
apt-get install apache2
Selanjutnya, buka browser dan masuk alamat IP VPS. Jika muncul tampilan pada halaman "Its Work”, maka proses instalasi apache2 telah berhasil.
b. Database (MySQL)
Database digunakan untuk menyimpan segala informasi secara terstruktur, misalnya postingan, komentar, dan lain-lain. Perintah yang digunakan untuk instalasi Mysau adalah sebagai berikut:
apt-get install mysql-nerver mysql-client
Selanjutnya, akan muncul permintaan untuk memasukkan password untuk root dan dilakukan hingga proses instalasi tersebut selesai.
c. PHP
Berbagai produk-produk website atau CMS kebanyakan dibuat menggunakan PHP, salah satunya yang paling terkenal adalah wordpress.org. Oleh karena itu, jika website yang dibangun mengunakan PHP maka sudah seharusnya menginstal PHP. Perintah yang digunakan :
apt-get install php5 libapache2-mod-php5
Selanjutnya, lakukan uji coba (tes) pada PHP yang baru saja diinstal dengan masuk ke folder /var/ww/html-nya. Hal yang perlu dipahami adalah setiap distro biasanya memilki letak yang berbeda-beda. Jika pada Debian berada di /var/ww/html/. Selanjutrya, buat file bernama phpinfo. Dengan perintah sebagali berikut.
nano phipinfo.php
Sebelum editor nano terinstal, lakukan instalasi dengan perintah sebagai berikut.
apt-get Install nano
Berikutnya, masukkan kode di bawah ini dengan benar.
phpinfo.php.
<?php
phpinfo();
?>
Setelah itu, keluar dan save konfigurasi tersebut. Pada tahap berikutnya, buka alamat: http://ipaddress/phpinfophp. Tanda bahwa instalasi PHP berhasıl dilakukan pada server adalah jika muncul gambar berikut.
Selanjutnya, MySQL harus men-support PHP 5 maka perlu melakukan konfigurasi dengan perintah sebagai berikut.
apt-get install phps-mysql php5-curl php5-gd php5-idn php-pear php5-imagick php5-imap php5-mcrypt php5-memcache php5-ming php5-ps php5-pspell php5-recode php5-snmp php5-sqlite php5-tidy php5-xmlrpc php5-xsl
Tunggu beberapa saat hingga proses konfigurasi berjalan dengan baik. Setelah selesai, restart Apache dengan memberikan perintah sebagai berikut.
Service apache2 restart
d. PhpMyAdmin
PhpMyAdmin diterjemahkan sebagai sebuah aplikasi agar user lebih leluasa dalam mengelola database MySQL dengan basis GUI (Graphical User Interface). Langkah-langkah dalam instalasi PhpMyAdmin adalah sebagai berikut.
apt-get Install phpmyadmin
PhpMyAdmin secara default terinstal di /usr/share. Oleh karena itu, kita perlu memindahkan ataupun meng-copy ke dalam folder agar dapat melakukan akses melalui http://ipaddress/phpmyadimin. Perintah yang digunakan adalah sebagai berikut.
cp -r /usr/share/phpmyadmin /var/www/
Hingga pada tahap PhpMyAdmin selesai terinstal dengan benar, maka VPS sudah siap digunakan untuk web hosting. Unggah (upload) semua aplikasi pada folder /var/www.
2. Konfigurasi VPS Linux untuk Web Hosting
Root adalah user dengan level tertinggi dan memiliki akses ke semua perintah dari file pada Linux atau maupun sistem operasi lain berbasis UNIX
CMS (Content Management System) diterjemahkan sebagai sebuah software/template yang digunakan untuk membangun sebuah website mulai dari desain, pengolahan data (content) dari pengintegrasian dengan hosting tanpa memerlukan kemampuan pemrograman seperti halnya web master.
Content sendiri lebih mangacu pada informasi dalam bentuk teks, grafik, gambar maupun dalam format-format lain yang perlu dikelola dengan tujuan memudahkan proses perbuatan, perbaikan, distribusi, pencarian, analisis, dan meningkatkan fleksibilitas untuk ditransformasikan ke dalam bentuk lain. Salah satunya adalah CMS Wordpress sebagai CMS yang dikategorikan ke dalam CMS jenis blog.
Langkah-langkah setting VPS untuk web hosting dengan CMS WordPress adaiah sebagai berikut:
cd /var/www && wget http://wordpress.org/latest.tar.gz
tar xf latest.tar.gz
c. Selanjutnya, akan muncul folder baru dengan nama wordpress. Dalam hal ini, user harus memindahkan semua isi pada folder wordpress tersebut untuk diletakkan pada root directory ( /var/www). Perintah yang digunakan adalah sebagai berikut.
cd wordpress && mv */var/www
rm index.html
d. Sebelum membuat website dengan wordpress, buat database terlebih dahulu. Caranya dengan membuka http:/alamat_ip/phpmyadmin diikuti login menggunakan user root dan memasukkan kata sandi (password) yang sudah dibuat pada saat instalasi MySQL sebelumnya. Perhatikan tampilan gambar berikut
Pada bagian create new database diisi dengan nama: wordpress Pada opsi disebelahnya dipilih Collation, sedangkan pada MySQL connection collation berada pada posisi utf8_general_ci. Selanjutnya klik Create.
e. Selanjutnya, lakukanlah proses instalasi wordpress pada VPS dengan cara membuka alamat IP VPS yang bersangkutan sehingga muncul tampilan berikut
f. Klik pada create a configuration file >> klik Lets Go. Selanjutnya, muncul tampilan pada gambar berikut.
g. Masukkan semua informasi yang dibutuhkan, lalu klik tombol submit sehingga muncul tampilan berikut.
Perintah diatas menyatakan bahwa user diharuskan men-copy semua kode-kode tersebut untuk diletakkan pada direktori tempat menaruh semua file wordpress di folder /var/www dan diberi nama wp-config.php.
h. Kembali ke terminal dan membuat file dengan nama wp-config.php dengan perintah sebagai berikut
nano wp-config.pphp
selanjutnya, paste kode tersebut dan simpan dengan menekan tombol CTRL+X kemudian “Y” lalu tekan Enter.
i. Berikutnya kembali ke tampilan awal Wordpess dan klik pada tombol Run the install, sehingga muncul form sebagai berikut.
Pada tahap ini, user diminta untuk memasukkan informasi website beserta akun yang akan digunakan untuk login. Hal yang perlu diperhatikan adalah e-mail yang digunakan harus valid. Lalu klik tombol install wordpress.
Dalam hal ini, user tinggal mengakses direktori admin untuk proses login ke dashboard dengan http://alamatip-or-domain/wp-admin
j. Jika dalam melakukan proses pemindahan, website mengalami gangguan pada penempatan URL hasil posting, hal tersebut dapat diatasi dengan melakukan enabled mod_ rewrite dengan menjalankan perintah berikut
a2enmod rewrite
selanjutnya, edit file .htaccess di /var/www/.htaccess dengan perintah berikut
nano /var/www/.htaccess
setelah itu gandakan (copy) kode berikut
#BEGIN WordPress
<ifModule mod_rewrite.c>
RewriteEngine On
RewriteBase/
RewriteCond % {REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteCond % {REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteRule ./index.php[L]
</ifModule>
#END WordPress
Selanjutnya, simpan dengan menekan CTRL+X lalu “Y” kemudian klik Enter.
k. Pada bagian ini, semua proses telah selesai dikerjakan dan lakukan restart pada aache2 dengan perintah berikut
Service apache2 restart
Hal yang perlu diperhatikan pada bagian akhir adalah kondisi WordPress harus selalu writeable, sehingga perlu perintah konfiguasi sebagai berikut
Chmod –R 777 wp-content/







BalasHapusUwuuu angan membantu kakak:)
Makasih sudah mampir kak🤗
HapusMantap kak 😍
BalasHapus🤗
Hapus