BAB II MENGEVALUASI SHARED HOSTING SERVER

MENGEVALUASI SHARED HOSTING SERVER

A. MENGENAL SHARED HOSTING SERVER

1. PENGERTIAN WEB HOSTING

Web hosting adalah salah satu  bentuk layanan jasa penyewaan tempat di dunia maya yang memungkinkan ternyata web web tersebut satu bentuk layanan jasa penyewaan tempat di dunia maya yang memungkinkan perorangan atau organisasi menampilkan layanan jasa atau produknya di situs internet.

Web hosting juga dapat diartikan sabagai tempat penyimpanan data Dedicatid Server sebagai berupa megabytes (mb) hingga terabytes (tb) dengan memiliki koneksi ke jaringan internet sehingga data tersebut dapat diakses (request) oleh user dari semua tempat secara simultan. Hal inilah yang menyebabkan sebuah website dapat diakses bersamaan dalam satu waktu oleh multi user.

2. Devinisi Shared Hosting


Shared hosting adalah layanan hosting di mana sebuah account hosting ditaruh bersama-sama beberapa account hosting lain dalam satu server yang sama, dan memakai services bersama-sama. Keuntungan shared hosting adalah harganya yang murah, namun kerugiannya adalah tingkat privasi dan performa yang tidak sebaik hosting dedicated.

Kelebihan:
a. Murah. 
b. Mudah digunakan oleh pemula (bahkan tak harus menguasai bahasa pemrograman). 
c. Pre-configured server. 
d. Control panel yang mudah digunakan. 
e. Maintenance dan administrasi server dilakukan oleh penyedia hosting. 
Kekurangan:
a. Sedikit atau sama sekali tidak dapat mengontrol konfigurasi server.
b. Apabila traffic tinggi di website pengguna lain, maka hal tersebut akan memengaruhi kinerja situs yang digunakan.

Dedicated Hosting adalah layanan hosting di mana sebuah server yang dipakai oleh 1 account (atau 1 website, 1 klien) saja. Keuntungannya adalah performa dan privasi yang lebih baik, karena server tidak dipakai oleh pihak ketiga. Kerugiannya adalah harga yang lebih mahal. Terdiri dari Colocation (di mana mesin disediakan oleh klien sendiri dan ditaruh di data center penyedia hosting) dan Dedicated Server (di mana mesin disediakan oleh pihak penyedia hosting).
Kelebihan:
a. Kontrol penuh terhadap konfigurasi server.
b. Keandalan yang tinggi (Anda tiak perlu berbagi resource server dengan pengguna lain).
c. Memiliki Akses root ke server.
d. Keamanan terjamin.
Kekurangan:
a. Diperlukan pengetahuan dasar tentang server dan sistem operasi.
b. Biaya yang dikeluarkan lebih tinggi dari shared hosting. 
c. Harus menginstall control panel sendiri. 
d. Jika melakukan upgrade/downgrade maka akan mengalami downtime karena server harus dimatikan.

Cloud hosting merupakan paket yang paling banyak disukai di pasaran karena literally tanpa downtime. Dengan cloud hosting, Anda dapat menggunakan sekelompok server. File dan resource direplikasi di setiap server. Ketika salah satu server cloud sibuk atau bermasalah, maka traffic situs Anda akan secara otomatis di-route ke server lainnya dalam cluster.
Kelebihan:
a. Sedikit bahkan tidak ada downtime.
b. Jika server error, sama sekali tidak akan memengaruhi situs Anda.
c. Alokasi resource sesuai permintaan.
d. Bayar sesuai dengan yang Anda gunakan.
e. Lebih scalable daripada VPS.
Kekurangan:
a. Biaya sulit diperkirakan.
b. Akses root tidak selalu tersedia.


B. KONFIGURASI SHARED HOSTING SERVER (i-MSCP)

i-MSCP (internet Multi Server Control Panel) merupakan proyek open source yang bertujuan untuk membangun sebuah panel kontrol multi server yang lebih terfokus pada penggunaan secara pribadi dan profesional. Aplikasi jenis ini sangat cepat dan user friendly tidak kalah dengan cPanel yang bisa digunakan. Tujuan utamanya adalah pengelolaan shared hosting tanpa campur tangan manusia pada system file server.

1. Fitur yang ada di i-MSCP 
a. Event Manager (frontEnd and Backend)
b. External Mail Server
c. MySQL|MariaDB support
d. Remote SQL server support
e. Plugin API (frontEnd and backend)
f. Preseeding feature for unattended installation
g. Web folder protection using FS immutable bit
h. Web server management (Apache2 ITK, Fcgid and FastCGI/PHP5-FPM)
i. Mail Server management (Postfix, Courier, Dovecot), both with quota support
j. SQL server management (MySQL)
k. Multi-user level Web interface (administrator, reseller and client)
l. PHP settings Editor (per user, per domain or per site)
m. Custom DNS records
n. Software package installer

Aplikasi i-MSCP hanya bisa digunakan pada dua distro linux, yaitu Debian (versi Wheezy ke atas) dan Ubuntu LTS (versi 1204 ke atas).

2. Minimal system yang digunakan untuk instalsi i-MSCP 
a. RAM minimum 512 MB. 
b. Prosesor 1GHz atau lebih cepat/32-bit (x86) atau 64-bit (x64), tetapi lebih dianjurkan menggunakan core i3.
c. Hard drive minimal 1 GB yang digunakan untuk i-MSCP dan layanan yang dikelola oleh orang yang sama. 
d. Akses internet minimum 100 Mbits/s.
e. Aplikai PHP harus diatas versi 5.3.2 dan Perl harus diatas versi 5.10.1.
f. Linux OS untuk Debian minimal Squeeze dan ubuntu minimal Lucid.

3. Instalasi i-MSCP di server Debian 8
Langkah-langkah instalasi i-MSCP di server Debian 8 :

a. Tahap persiapan (pre-install)
Perintah yang digunakan sebagai berikut :

# apt-get update
# apt-get install whiptail tasksel
# tasksel install standard

b. Setting fqdn
Perintah yang digunakan adalah sebagai berikut (Keterangan : andi = nama domain)

echo 'host.domain.tld'> /etc/hostname
# echo 'vps.andi.net'> /etc/hostname
# hostname –F /etc/hostname

 Simpan konfigurasi diatas dengan CTRL+O kemudian tekan Enter. Kemudian keluar dari konfigurasi tersebut dengan CTRL+X, hal yang perlu diperhatikan adalah jika lupa nama hostname server, dapat menggunakan nama alternatif dengan mengetikkan “hostname –f”.

c. Unduh dan Ekstrak File I-MSCP
Untuk men-download file installer dan menginstallnya harus login menggunakan user root. Selanjutnya, unduh file installer kedalam folder /usr/local/src dan kemudian ekstrak file tersebut. Perintah yang digunakan adalah sebagai berikut :

 # cd /usr/local/src     

Misal versi i-MSCP saat ini adalah 1.1.5, maka perintah yang digunakan untuk mengunduh dan mengekstrak file i-MSCP 1.1.5 adalah sebagai berikut:

# wget https://github.com/i-MSCP /imscp/archive/1.1.5.tar.gz
# tar xzf 1.1.5.tar.gz
# cd imscp-1.1.5
imscp-1.1.5#

Sebelum melakukan eksekusi file hasil mengunduh dan mengekstrak, file imscp.conf yang berbeda pada folder /configs/debian/ harus diubah (edit) menggunakan editor nano dengan langkah-langkah sebagai berikut : (keterangan : andi = nama domain)

# nano /configs/debian/imscp.conf

vps.andi.net, 192.168.100.2

  Setelah selesai, simpan konfigurasi tersebut dengan CTRL+O kemudian tekan enter. Setelah tersimpan kemudian keluar dengan tekan CTRL+X.

d. Proses instalasi
Setelah semua persiapan selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah proses instalasi i-MSCP. Perintah-perintah yang digunakan adalah sebagai berikut:

# perl imscp-autoinstall -d

Tungulah hingga proses remaining selesai.

Selanjutnya muncul tampilan i-MSCP Setup Dialog. Kali ini pilih OK kemudian klik enter. Kemudian muncul tampilan installer Option yang memiliki dua opsi pilihan yaitu install dan build. Kali ini pilih pada install dengan menekan tombol spacebar kemudian enter. 

Hal yang perlu diperhatikan dalam penginstalan i-MSCP adalah ada banyak tampilan berbagai dialog box yang muncul menanyakan tentang password, fqdn, bahasa, zona waktu, dll. Tunggu hingga proses intstalasi selesai.

Setelah selesai dilanjutkan login menggunakan account Admin yang telah dibuat sebelumnya atau bisa juga mengakses melalui http://192.168.100.2 sehingga akan muncul tampilan sebagai berikut.


Tampilan login i-MSCP 



Sumber :

Instalasi i-MSCP

i-MSCP

Buku ASJ kelas XII



Komentar

Posting Komentar